Tuesday, March 19, 2013

(Kali Ini Tentang) XI IPA II SMA Neg. 3

Saya lagi tiduran sambil nunggu downloadan OST. Sword Art Online di ponsel saya complete ketika saya teringat dulu janji dengan entah siapa (saya lupa) mau buat post tentang XI IPA II. Dan daripada saya rolling on the bed nggak jelas, mendingan saya ambil laptop dan menulis. Jadilah saya duduk di pojok kamar adik sepupu saya yang cowok (adik sepupu saya sudah tidur omong-omong) sembari memanfaatkan wi-fi. Oh ya, untuk informasi, saya besok libur (anak kelas tiga UAS) dan sekarang saya lagi pilek (anyone, please gimme a tissue). 

Saya ingat dulu (entah tanggal berapa, saya lupa) saya harap-harap cemas nunggu hasil penjurusan. Bagaimana kalau saya tidak ke IPA? Bagaimana kalau saya terlempar ke IPS karena sungguh nilai Kimia dan Fisika saya sepertinya tidak memungkinkan ke IPA?
Dan saya lihat salah satu tweet teman saya (sebenarnya mau prtsc stsrq tweetnya, tapi ya karena itu tweet sudah setengah tahun lamanya ditulis sama teman saya, saya malas cari, dan lagi saya bukan orang yang menikmati saat scrolling salah satu sosial meadia milik teman saya) yang menyatakan kalau dia ke IPA. Saya minta dia lihat nama saya, dan dia bilang saya juga ke IPA. Saya masih belum percaya, makanya saya ke sekolah untuk lihat sendiri.
Dan ternyata saya memang ke IPA. Tapi belum tahu IPA berapa. Katanya pengumuman pembagian kelas ditempel ketika masuk sekolah hari pertama.

Tapi ketika beberapa hari sebelum masuk sekolah, pengumuman itu sudah ditempel. Saya malas ke sekolah, makanya saya tanya teman saya lagi. Katanya saya ke IPA II. 

Saya di IPA II barengan sama Nadya Arisca, Dwi Nadia Rahmatunnisa, Dina Septiani, Hanafi Afriza, dan Atrasina Azyyati. Teman-teman X E saya banyak yang di IPA I. Dan di IPA II itu, anak dari X E paling sedikit.

Saya duduk dengan Atra lagi, di bangku nomor dua dari depan dekat dinding lagi. Saya memang comfort zone, memangnya saya peduli. Dan XI IPA II (banyak) diisi oleh anak-anak kelas X A dan X B.

Pertama-tama saya di IPA II tentu saja nggak betah. Saya sering main ke IPA IV dan IPA I. Saya merasa asing dengan kelas itu, dan anak-anaknya juga. Untung saja ada Atra sama Nadya. Kalau nggak, ntah seperti apa depresinya saya di sana.

Tapi toh lama-lama saya betah. Walaupun terkadang masih suka sebal sendiri. Entahlah. Yang saya lakukan waktu itu; menerima dan mencoba percaya. 

Dan saya merindukan kelas saya itu. Kelas yang nilai Kimianya paling jelek diantara kelas IPA lainnya. Yang selalu ribut kalau nggak ada guru. Yang selalu ada bahan debat dengan guru Fisika. Yang..., entahlah. Anda pasti akan mengurut dada kalau berada di kelas saya itu.

Dan teman-teman saya..., yang awalnya saya cerca dalam hati, adalah teman yang baik. Akan saya ceritakan sedikit.

Oh, sekadar pemberitahuan. Nama kelas saya SEESCMIC. Yang setau saya kepanjangannya Science Eleven .... Made in Cabe (yang titik-titik itu saya lupa isinya apa, ugh).



Itu official twitter kelas saya. Dan Pakde Ono itu maksudnya Pak Rahmono. Guru Fisika kami tercinta.


Dini Aulia

Salah satu orang yang pernah nganterin saya pulang. Waktu saya duduk di motornya (motornya mio kalau nggak salah) saya takut. Karena, satu nggak pakai helm, dan dua takut motornya njempalik. Dulu waktu pertama pelajaran fisika, saya satu kelompok dengan Dini.
Dini perkasa karena dia anak karate (eh, karate atau taekwondo ya? Atau malah silat?)



Etri Yulia Andini

Nah, ini kapten cheerleader sekolah. Saya satu kelompok nari untuk seni budaya sama Etri. Dan sampai sekarang saya masih nggak enak karena dulu waktu tampil saya narinya jelek. Etri baik (dulu saya kira dia agak semacam sinis gitu). Terus Etri juga master dalam urusan cinta. Saya pernah konsultasi tentang cerpen saya ke dia. Tentang konflik cinta yang dialami tokoh dalam cerpen saya itu. Nggak tau kenapa, ketika akhir-akhir semester satu Etri sering manggil saya Mama. Apa mungkin karena aura keibuaan saya terlalu nampak? 


Atrasina Azyyati

See, I know how to write your name, hihi. I don't know what I must write down here. I know you, and you know me. You're the first person that I told about my 'dark secret' about my bad habbit; reading fanfict, ne? I love you, okay? Miss you so much. 


Ahmad Hafizh


Bukan mungkin, tapi memang yang paling cerewet. Kadang saya agak gimana gitu kalau mau ngomong sama Hafizh. Mood dia kadang baik, kadang jelek. Kalau pas mood dia jelek itu omongannya nyelekit banget. Eh tapi semenjak dia punya pacar, dia jadi baik. Kalau saya sms kebanyakan dibalas sama dia. Terus Hafizh itu punya talenta yang luar biasa. Voli dan menjahit. Well, kalau voli sih memang udah kelihatan dari mukanya. Saya pernah satu kelompok agama dengan Hafizh. Dia kebagian jahit kain flanel. Dan demi apa, jahitannya itu rapi banget. Bahkan Bu Nupus mengakui kemahiran Hafizh dalam menjahit. Lalu Hafizh, kalau becanda suka..., apa ya, tampangnya waktu ngomong itu memang biasa aja. Tapi kata-katanya itu. Hafizh pintar fisika. Dulu dia parther saya dalam berbagi jawaban. Oh, dan semester satu kemarin dia rangking satu sekelas.


Iudy Resie Wijaya


Nah, Iudy ini dulu korban buli sekelas karena kampung halamannya di Batang Tarang. Tapi nggak lama sih dibulinya. Terus kalau untuk urusan yang berat-berat, biasanya teman-teman nyuruh Iudy. Iudy itu diam-diam menghanyutkan. Maksudnya diam-diam punya pacar gitu. Di ponsel Iudy sebagian besar isinya kalimat-kalimat dan gambar galau. Terus waktu saya mau pindahan dulu, Iudy lagi dalam misinya nembak adik kelas yang namanya M****e***ga. Iudy dulu juga pernah niru jambulnya Hafizh, dan menurut saya itu sama sekali nggak cocok (peace!).


Bavo Baltazar

Saya suka nyebut nama dia Baltazar(s). Kedengarannya mirip sama pendiri asrama Slytherin, Salazar(s), haha. Bavo itu naksir Angel (menurut saya lho. Ini belum tentu akurat). Terus dulu percakapan pertama sama Bavo lewat sms. Tanya siapa yang mau beli cat untuk tugas seni. Terus Bavo itu fotrografer kelas. Dia termasuk salah satu orang yang suka membuli Sherly, Dewi, dan tentu saja Pak Rahmono.


Rachul Grimaldi

Dia naksir anak Pak Walikota, haha. Termasuk salah satu anak yang suka 'ngegangguin' Bu Herlina. Dia satu otak sama Bavo, dan Welly. Maksudnya suka ganggu Pak Rahmono. Terus kayaknya Acul ikutan pompom boys (kayaknya lho ya, saya nggak pernah liat dia tampil sih). Dan yang paling saya ingat dari Acul adalah; dia suka bawa bedak ke sekolah. 







Nurdiyanti Suganda

Kadang suka dibuli karena dia tidak begitu tinggi. Yanti nggak punya lengkungan yang di antara bibir dan hidung. Dulu waktu saya mau pindah, saya diajakin foto kelas. Awalnya saya bingung mau ikut atau nggak. Kalau ikut ntar saya nebeng siapa. Studionya di mana? Saya asik aja main ponsel sambil bilang 'Ya ntar widi tanya bapak dulu.' Dan yang saya temukan setelahnya adalah, Yanti nangis. Dia keukuh, pokoknya saya harus ikut. Mau nggak mau, gimana caranya saya ikut.


Dwi Setiyani Wulandari

Dan yak, Dwi memang Directioner sejati. Saya pernah berbagi sama Dwi waktu ulangan Rangka. Padahal kami duduk di depan lho, haha. Kalau nggak salah dulu Dwi tanya tentang costa spuria. Terus Dwi juga kadang bersama Welly, Acul, Bavo, Raka, dan Yanti membuli Pak Rahmono.




Welly Krisna Bayu


Welly itu anak gunung. Menjulang tinggi menggapai awan. Kalau main rounders dan dia yang jaga, sebagian besar bolanya ketangkap. Terus dia itu anaknya Pak Rahmono. Punya rumah makan Sari Minang yang cabangnya (kalau nggak salah) di Kota Baru atau Danau Sentarum ya, sama di apa sih itu yang kalau turun dari Tol Kapuas dari arah kota terus belok kanan, saya lupa nama tempatnya. Terus Welly juga parthner saya ngerjain Kimia. Pernah dulu saya sama dia dilihatin dengan gemas oleh Bu Syekh karena kerja sama yang kuat. Lalu Welly suka nyanyi 'aiaia pencuri jual tapai' sama 'walaupun hidup seribu tahun, kalau makan tak bagi apa namanya'. Saya mulai dekat sama Welly pertengahan semester satu. Awal-awal masuk IPA II dulu, saya agak nggak suka. Terus kepala Welly itu mirip lobak (menurut saya). Kaya si Kabu-san di film Howl's Moving Castle. Welly itu anak voli yang rajin membuli Pak Rahmono. Pernah waktu pelajaran Kimia, bukannya dengerin penjelasan Bu Syekh, saya, Welly, dan Iudy malah nonton Naruto di ponsel Welly.



Raka Hardian


Saya nggak tau apa yang harus saya tulis. Selain karena nggak begitu dekat sama Raka, saya ngomong sama dia itu waktu akhir semester satu. Waktu saya udah mau pindah. Ternyata Raka sama Bavo dulu satu SMP lho sama saya. Saya taunya juga karena dikasih tau Atra. Terus kayaknya Raka dulu pacaran sama Kariza deh. Eh nggak tau juga ding. Walaupun Raka suka membuli Pak Rahmono, dia kadang terlihat sungguh-sungguh kalau ngerjain soal dari Pak Rahmono.






Alya Ayudhia dan Maulida Julia Timurti

Karena fotonya berdua, jadi saya gabungin. Jadi, mereka berdua (menurut saya) twin dari X C. Tapi kemudian Alya meninggalkan Maulida dan kemudian mendeklarasikan Nadya sebagai twinnya. Alya dekat sama Hafizh. Katanya dulu Hafizh sama dia itu lembut gimana gitu sama dia. Terus Alya itu cewek paling tsundere. Suka berdebat sama Hanafi ('suara kau tu macam Dina, berdahak'). Waktu saya mau pindahan. Alya lagi dekat sama Irfan Faris, anak IPA IV, yang katanya sekarang udah pacaran. Kadang juga saya curhat sama Alya.
Lalu Maulida. Dulu saya sempat kepikiran kasih nama anaknya saya nanti Timurti. Nggak tau kenapa. Keren aja. Saya dulu sekelompok piket sama Maulida. Tapi entah kenapa, Maulida diganti sama Acul. Maulida baik. Saya suka kalau Maulida mengucir rambutnya jadi ekor kuda. Nampak siap bertarung gitu. Oh, Maulida itu anak drum band.


Sherly


Nggak tahu kenapa Sherly adalah korban buli terdahsyat Welly. Kadang lucu aja kalau lihat mereka kelahi. Ntar malah saling suka lho, pikir saya. Dulu pernah ketemu ibunya Sherly di angkot waktu mau ke sekolah.






Siska


Sohibnya Sherly. Kadang ikut dibuli juga, tapi nggak terlalu sering. Pernah dulu waktu ulangan semester, Siska lagi cerita sama Sherly dipojok dengan suara keras. Saya, Welly, Raka, sama Yanti yang cenderung punya sifat kepo, ikutan dengar. Kami menoleh ke mereka. Dan mereka nggak keberatan. Nggak lama Yanti malah duduk di dekat mereka. Dan nggak lama kerumunan makin banyak. Ada Dwi, Arif, Acul, Bavo, Dina, dll dll.






Dina Septiani

Dan Dina pernah ke rumah saya untuk latihan drama. Di rumah saya Dina sama Arif main gombal-gombalan. Kalau nggak salah ada yang seterang matahari atau apa gitu, saya lupa. Dina kalau senyum suka nggak putus-putus. Awal-awal di IPA, dia kadang suka diolokin, kangen Deddy nggak (Deddy dulu waktu kelas X duduk sama Dina, dan Deddy ke IPS).







Devi Saputri


Devi dulu teman duduk saya yang pertama waktu masuk SMP. Waktu tujuh belasan kemarin, dia jadi petugas di Kantor Gubernur (eh, Gubernur atau Wali Kota ya, kayaknya sih Gubernur). Kadang suka ketawa kalau lihat Devi digangguin sama yang lain. Ekspresinya itu, lucu gimana gitu.



Shahiba Aulia Harahap


Cewek yang digosipin suka Welly (oke, ini bercanda). Dia suka ngebuli Pak Rahmono juga. Terus pernah ketahuan makan permen waktu pelajaran Biologi. Disuruh Bu Dwi bawa permen karet untuk anak sekelas, tapi akhirnya nggak bawa. Dulu saya kira Shahiba itu anaknya kalem, pendiam, ternyata jauh banget dari perkiraan awal saya.
Waktu saya mau pindahan, Hafizh sering ngajak dia nikah.








Putri Retno Anzani


Hai Putri, saya masih ingat ancaman waktu latihan nari untuk seni budaya lho. Dan itu mungkin nggak akan saya lupakan dalam waktu dekat.
Punya bakat mengintimidasi. Pintar. Kadang nggak ngaruh kalau dibuli Welly. Pacarnya Syafi'i. 

Putri sama anak PMR pernah ke rumah saya untuk perpisahan karena saya mau pindahan.




Nadya Arisca


Terima kasih sudah mengajarkan untuk percaya diri. Terima kasih sudah mau menjadi teman fangirlingan cowok cakep. Terima kasih sudah menjadi teman curhat wd selama ini. Terima kasih sudah menemani masa gloomy wd di IPA II. Maaf wd sering becandanya kelewatan. Maaf wd suka ngolok Nad, Jupe. Maaf wd belum jadi teman yang baik.
Kita dekat baru sebentar ya, Nad. Dan kita udah berbagi banyak hal.


Nad, wd suka sama ava Nad yang ini. Kapan-kapan kalau ketemu, wd mau difoto kaya gitu. Kangen~



Dwi Nadia Rahmatunnisa


Yeah, Uwik pernah dua kali ke rumah saya. Ambil laporan sama main. Banyak cerita-cerita juga sama Uwik. Tapi kadang Uwik jarang balas cerita. Uwik paling sering galau di twitter. Mulai galau kalau habis Magrib. Dan berlanjut sampai dia mau tidur, haha..









Arif Sasono

Saya nggak tau mau nulis gimana. Saya bingung. Dulu saya pernah diolok sama Arif gara-gara nggak mau duduk depan pas Bahasa Indonesia. Lalu Arif juga kadang suka ngebuli Sherly dan Pak Rahmono. Pernah waktu itu saya bawa bekal ke sekolah. Saya baru makan beberapa suap. Dan kemudian bekal saya dihabisin sama Hafizh dan Arif (yang paling banyak habisin bekal saya Hafizh).







Hanafi Afriza

Dengan tampang seperti itu, dia sukses jadi ketua Rohis. Menurut Nadya (yang kemudian saya setuju) Hanafi punya dua kepribadian. Satu, ketika Rohis. Dua, ketika di kelas. Pernah dulu dia bawa sandal mushola ke kelas, terang aja dimarahin sama Bu Herni. Lalu Hanafi kadang terlihat santai, apa lagi kalau menghadapi Bu Yuli (guru Matematika). Hanafi sering minta ajarin Bahasa Inggris. Lalu, sebagai ketua Rohis yang baik, dia sering kirim sms dakwah. Kadang kalau saya cerita Nadya, Nadya bilang 'coba ketik UNREG spasi DAKWAH wid kalau terganggu'. Terang aja nggak saya lakukan, adanya ntar saya malah diruqyah (eh). Hanafi termasuk anak kesayangan Pak Rahmono.



Dewi Yulita

Ulang tahunnya Dewi sama kaya ulang tahun Hanafi, hihi. 17 April.
Dewi baik kok. Entah kenapa anak-anak suka ngebuli dia. Dewi pernah nelepon saya untuk curhat. Kita tau satu sama lain udah hampir lima tahun kan, Dew? Dan dekatnya waktu wd masuk PMR.









Angela Cristine Virginia


Pindahan dari Taruna. Dulu waktu pertama masuk saya tanyain, dia otaku atau bukan. Dan jawabannya bukan. Agak awkward waktu itu.





Septiany Kurnia Putri


Itu gambarnya sudah saya rotare lho, tapi kenapa masih seperti itu.....?
Teman saya datang awal dan piket kelas. Septy dulu juga pernah ke rumah saya untuk latihan drama.






Anisa Mu'tiah Rahima

Seng, maaf ya aku belum jadi teman yang baik? Kadang jarang balas sms. Jarang tanya ada apa.
Aku ingat dulu kau nelepon malam-malam sampai setengah sebelas untuk curhat. Waktu itu aku lagi galau di dapur lho. Rajin-rajin sholat ya seng? Jangan keseringan galau karena cowok. Ada kok saatnya kau ngerasa bahagia karena sudah menemukan seseorang yang tepat. Tunggu aja waktunya.




Flaviana Elva

Saya ingat dulu waktu nonton V - for Vendetta, Elva duduk di sebelah saya. Kami nggak terlalu dekat. Efek tempat duduk yang jauh mungkin ya. Tapi saya tahu dia orang baik.











Faqih Kartika

Faqih, makasih ya dulu udah ngajarin wd nari. Ingat waktu kita sama Adit dimarahin Putri sama Etri, haha..
Faqih pintar. Dia juga kadang suka dibuli Welly, walau nggak sering.



Aditya Ramadhan

Ketua kelas IPA II. Suka bilang 'tugas? nggak penting'. Jadi, kalau ketua kelas bilang nggak penting. Maka itu beneran jadi nggak penting. Adit sering datang ke sekolah dengan mata ngantuk, kehidupan seorang gamer. Dan bagi saya, hard disknya Adit itu harta karun. Di sana ada baaaaanyyyaaakkk film. Saya belum ngopi semuanya, Dit. Terus waktu saya satu kelompok nari sama Adit, dia yang paling sering dimarahin Putri, haha..







Furqon Kautsar

Terima kasih sudah memberi saya file anime terkeren season musim gugur (atau musim panas?) kemarin.
Dia suka ngolokin Nadya sama Alya. Terus Furqon juga gamer. Walau nggak separah Adit sih. Apa lagi ya? Pokoknya Furqon baik sama saya.








Wokh, saya keasikan nulis ini. Terima kasih untuk setengah tahun yang menyenangkan. Saya tidak akan melupakan kepingan itu. Semoga kalian semua berada dalam lindungan Allah yang Maha Esa dan selalu diberikan rahmat dan nikmat. Omong-omong, kita saling mendoakan ya..

Putri pernah bilang, kalau nggak pakai bedak dia bakal pusing. Saya nggak tau ada yang sampai seperti itu 

Yang paling sering nyebut sih Hanafi 

Yang sering ngolok Furqon, Welly, Bavo, dan Acul *pukpukAlyadanNadya*


Acul-Dewi itu karena Acul sering ngolok Dewi. Hanfi-Nadya itu karena memang saling suka. Becanda ding. Saya nggak tau kenapa mereka dipasangin. (Dulu Welly pernah bajak ponsel Nadya dan kirim sms ke Hanafi 'sayang, lagi di mana?' haha). Arif-saya itu efek drama. Papa Syahdan dan Mama Nur. Bavo-Angel itu karena memang Bavo-nya suka (mungkin). Hafizh-Alya karena mereka dekat kaya kakak-adik.

Aaakkk, kalian perhatian 



Saya ngantuk. Besok rencananya saya mau ngerjain tugas-tugas (laporan dan pr) dari sekolah. Doain saya besok nggak malas buka buku.


ps: saya mendapat foto kalian dari sumber terpercaya, jadi, tentu saja bukan saya yang stalk kalian..

Sunday, January 06, 2013



saya cuma mau ngepost ini. dua puluh dua desember dua ribu dua belas. habis bagi rapor.

Remember When

Remeber when...,
I was young and so were you
And time stood still
Then love was all we knew.

You were the first
So was I
We made love and then you cried
We lived and learned, life threw curves.

Remember when...,
Old ones died and new were born
And life was changed, disassembled and rearranged
We came together, fell apart.

Remember when...,
Thirty old semeed so old
Now, and later
Just looking back, it's only stepping stone.

We won't be sad, we'll be glad
For all the life we had
To where we are
Where we have been.

Remember when we were friends.

*puisi yang ada di notebook kenangan dari anak sepuluh e

Lima - Enam Januari 2013

jadi rabu kemarin, dua januari 2013, bapak bilang saya ke terima di sma negeri enam surakarta. saya nggak tau harus bagaimana. saya sendiri bingung, di satu sisi saya ingin segera pindah, tapi di sisi lain saya juga nggak mau pergi jauh dari rumah.

malamnya saya sudah disuruh bapak packing. tapi saya malas. demi apa pun saya enggan packing. kamis pagi setelah dengar berita kalau saya bakalan cepat pindah, saya bilang kepada diri saya sendiri; saya harus sekolah di hari-hari terakhir saya di pontianak. saya mau main dengan teman-teman.

sepulang sekolah hari kamis itu, saya main ke rumah diera (my beloved best friend). tapi karena suatu hal, saya dijemput diera di sekolah lalu ke rumahnya. tapi karena sudah sore, saya hanya main sebentar. saya sempat bantuin diera ngaduk pudding sama ngupas mangga untuk puddingnya. jam lima saya sudah dijemput bapak.

lalu malamnya saya disuruh packing. tapi demi apa pun juga saya males packing. malam itu bapak pulang dari surau jam sembilan, tahlilan dulu ke tempat tetangga saya. jadi, alih-alih packing, saya malah download Tale of Despereaux.

entah kenapa, malam itu saya putuskan jumat bolos sekolah. padahal seharian saya semangat banget mau sekolah. entahlah. mungkin karena faktor guru **** mengajar besok. lagi pula, saya belum ada packing sama sekali. jadi niatnya jumat pagi saya harus packing.

jadi jumat pagi saya packing. baju, buku, semua harus udah dirapikan. siangnya setelah bapak pulang jumatan, saya sama bapak jalan-jalan, terus ke kantor ibu, pamitan sama teman-teman kantor ibu.

malamnya saya packing lagi. sambil lanjut download Tale of Despereaux.

lalu sabtu pagi saya sekolah. waktu pelajaran sejarah saya dibully hafizh. kan waktu itu lagi jelasin tentang masa penjajahan jepang di indonesia. hafizh bilang ke saya 'jepang tu licik. masih gak kau suke same jepang tu wid'. meh, apa kah otaku selama pelajaran sejarah (khususnya masa penjajahan jepang) selalu dibully? fisika biasa saja. soal dari pak rahmono tambah susah. lalu waktu pelajaran senbud. saya sudah dianggap nggak ada. kan ceritanya untuk tugas akhir semester dua ada praktek nari tradisional kreasi. lalu sabtu itu kelompok narinya sudah dibagi (waktu itu boleh milih kelompok sendiri). dan waktu pak wanda tanya sekelas ada berapa orang, anak-anak pada jawab tiga satu. saya nggak dihitung. meh...

pulangnya saya nggak bisa lama-lama main, soalnya saya masih harus lanjut packing. padahal siang itu ada acara ulang tahun fani sama arum.

lalu sekitar jam setengah satu itu diera datang ke rumah saya. nganterin kenang-kenangan. diera dateng sama gebetannya *ehem

jam satu saya ke bandara. jam dua cheek in. lalu saya nunggu teman-teman yang katanya mau nganterin saya. sampai jam dua lebih lima belas mereka nggak datang-datang. akhirnya saya sama bapak duduk di mushola. sekitar jam dua lebih dua puluh, teman-teman saya sampai. ada hani, nadya, endah, utin, ika, fifi, lydia, uwik, indra, atra, sama dedy. karena pesawat saya take off jam tiga, maka jam tiga kurang lima belas saya masuk ke ruang tunggu. saya dikasih kenang-kenangan kalung sama buku oleh indra, dan notebook kenangan dari teman-teman XE. katanya waktu itu ristya sama fany ke bandara. tapi saya sudah keburu masuk. lalu hanafi juga mau ke bandara. tapi nggak jadi karena saya sudah masuk.

dan demi apa juga, pesawat saya delay sampai jam empat. saya merasa rugi masuk ruang tunggu awal-awal, sungguh.

saya sampai jogja jam enam. ambil bagasi, lalu langsung ke kost mbak wik. habis itu sholat, cari makan, ke rumah teman mbak wik liat bayi, lalu mandi, sholat, ngulet, lalu tidur. eh tapi sebelum tidur, saya buka notebook dari XE. dan demi apa pun juga, saya akan selalu simpan buku itu.

lalu minggu paginya saya ke malioboro. nyari celana, sendal, sama soft case (ini nulisnya bener nggak?). saya sama mbak wik sempat jajan dawet sama srikaya. habis itu mampir ke toga mas. sebenarnya saya pengen beli bukunya tere liye yang seri anak mamak itu. tapi karena saya harus hemat, saya nggak jadi beli.

habis zuhur saya sama bapak ke solo pakai taksi. sampai di solo saya biasa aja. nggak ada rasa gejolak yang biasa datang ketika saya pulang ke solo untuk liburan. entahlah.

dan saya sempat homesick. nangis minta pulang, takut sama lingkungan baru, dan sebagainya, dan sebagainya. entahlah.

besok sekolah masuk jam setengah tujuh. harus ada energi ekstra yang saya siapkan (di pontianak saya masuk jam tujuh). doa kan saya ya? semoga saya bisa cepat adaptasi dan cepat dapat teman. saya percaya kepada waktu.

Saturday, November 24, 2012

oh-so-unimportant

suatu siang, di ruang kelas sebelas ipa dua, meja nomor dua dan tiga dari depan yang dekat dinding, saat pelajaran terakhir (matematika) sedang berlangsung.

atra     : wid hape atra yang pink mana?

sy     : nggak tau. td dipake hafizh. (berhenti nyatet. td hapenya memang saya pakai untuk main game, tp karena nggak menang-menang saya kasihin ke hafizh, maksudnya biar menang gitu)

atra    : (noleh ke belakang) fizh, hape aku mana?

hafizh : (dengan gaya yang songong) mana aku tahu.

sy      : (ikutan noleh ke belakang) kan tadi hapenya sama kau fizh.

hafizh : (masih songong) kan tadi udah aku kasih kau. mana aku tahu.

sy      : mana ada kau kasih. tadi kan aku main, terus aku kasih ke kau. belum kau balikin.

hafizh : udah aku balikin kok ke kau.

sy      : nggak ada fizh.

hafizh : kau tu bilang ndak ada. ntar kaya yang fisika pula. (waktu itu saya dititipin kumpulin tugas fisika. keselip di tas. saya ngeyel nggak ada sama saya waktu harus dikumpulin. beneran lupa waktu itu. untung gurunya nggak marah)

sy      : (ngeraba kolong meja) nggak ada sama aku, kok.

hafizh : (ngeraba koceknya) nggak ada.

iudy    : (senyum-senyum) hiaaa..., ilang.

hafizh : coba aku liat dulu di tas (buka tas)

sy      : (memandang penuh harap sambil tangan saya memegang kocek lalu meraba laci)

atra    : (suara pasrah) masalahnya itu hape mamak aku.

hafizh : (selesai bongkar tasnya) nggak ada.

sy      : tapi tu yang terakhir pake tuh kau.

hafizh : ndak tau, pokoknya ndak sama aku.

sy      : (udah grogi) ya udah ntar dicari lagi (lanjut nyatet)

atra   : masalahnya itu hape...

iudy  : hiaaa..., ilang. (ni bocah rasanya mau saya telan, bukannya bantu nyari juga)

hafizh : hiaaa..., wid.

sy      : fizh, coba kau cari lagi.

hafizh : (nyari lagi) tadi tuh udah aku kasih ke kau.

sy      : (udah mikir yang nggak-nggak) ya udahlah, ntar kalo beneran ilang wd ganti. (lanjut nyatet. dalam pikiran saya : ini gimana mau gantinya? udalah uang tinggal dikit. mau bilang ke bapak juga gimana? ntar pasti dimarahin. perasaan tadi hafizh belum balikin hapenya. haaa, ntahlah.)

hafizh : abes..., ganti~

atra   : (ngomong ntah apa saya nggak denger)

beberapa menit kemudian....


hafizh : nih tra, hape kau. kasian aku liat widya tuh, pucat dah. (nyodorin hape ke atra)

atra    : (menerima dengan sumringah)

sy      : (langsung noleh ke belakang) tuh kan masih sama kau!

hafizh : (cengegesan sama iudy) mental kau tu masih rendah wid. maju ke depan jak gemetaran. aku nih ngelatih mental kau.

sy      : tp ndak gak gitu juga fizh! (marah, tp ikut nyengir)

hafizh : sore tak berdarah~ (ini kata-kata yang lagi ngetren di kelas saya. maksudnya takut sampai pucat gitu lah)

masih berlanjut (saya ngomel ke hafizh).
---

dan akhirnya saya nggak tau harus marah atau ikutan hafizh dan atra dan iudy ngetawain saya. #sigh

Saturday, November 17, 2012

Gemerisik Perang


ada gemerisik langkah di antara ilalang
bawa bambu berharap menang
terus maju walau maut menantang
tak peduli jumlah nyawa melayang

ada gemerisik titah di balik bukit
menyusun siasat untuk bangkit
buat mereka tak berkutik
terus merangsek dan menggigit

ada gemerisik doa di balik belukar
di antara tempat tidur ular
berjuang menjadi wanita tegar
walau maut menghadang semakin besar

ada gemerisik harap di antara peluh
sampai kapan mau terus mengeluh?
jalan bebas masih terlihat begitu jauh
tapi tetap akan terus kau tempuh

bukan begitu, Perjuangan?


puisi yang saya buat untuk bahan lomba mading. yang memeberi judul teman saya. dia juga merubah satu kata di bagian akhir tanpa bilang saya. tapi toh biarkan saja. malah sedikit lebih oke menurut saya.

Wednesday, November 14, 2012

Tonari no Totoro

Seminggu yang lalu waktu kumpul komunitas Japan ga Daisuki di sekolah, saya melihat-lihat folder anime salah satu kouhai saya. Dan saya menemukan Tonari no Totoro di sana, yay!

Tonari no Totoro (My Neighbor Totoro) adalah salah satu film yang ditulis dan didirected sama Miyazaki Hayao dan diproduksi oleh Studio Ghibli. Salah satu studio favorit saya.

Jadi ceritanya bermula waktu Kasukabe Tatsuo (sepertinya dia profesor universitas) bersama dua anak perempuannya--Kasukabe Satsuki dan Kasukabe Mei-- pindah ke rumah tua di desa yang lebih dekat dengan rumah sakit tempat istri sang profesor dirawat dari sakit-entah-apa. Nah, waktu pindahan itu Satsuki sama Mei menemukan kalau rumah yang mereka tempati menjadi tempat tinggal susuwatari; sejenis house spirit, bulat berduri, warna hitam. Sepertinya susuwatari ini sejenis spirit penghasil debu (?). Kata nenek yang membantu mereka bersih-bersih rumah, susuwatari bisa diusir dengan tawa. Jadi, ketika sang profesor, Satsuki, sama Mei tertawa, susuwatari terbang meninggalkan rumah.

Suatu hari waktu Satsuki pergi sekolah dan ayah mereka mengerjakan tugas-entah-apa, Mei bermain sendiri di halaman rumah. Waktu main, dia lihat (seperti) kelinci kecil yang berjalan di antara rerumputan. Mei mengikuti kelinci tersebut, yang kemudian kelinci itu masuk ke kolong rumah. Saya menganggap kelinci itu anaknya Totoro, hihi. Waktu kelinci itu mau kembali ke hutan (atau semak-semak yang lebat?) di dekat rumah keluarga Kasukabe, tidak sengaja terlihat oleh Mei. Kelinci itu segera lari, dan Mei langsung mengejar. Mei terus mengejar, hingga tidak sadar kalau ia sampai di dekat sebuah pohon yang besaaar sekali, sepertinya pohon itu dihormati sama penduduk deh. Dan ia tak sengaja masuk ke dalam pohon itu.

Dan ternyata itu adalah 'sarang' Totoro. Totoro sendiri bentuknya (menurut saya) seperti rakun raksasa yang sooo unyu. Waktu Mei masuk ke sana, Totoro lagi tidur. Mei lalu memeluk Totoro yang sedang tidur dan berbaring di atas perut Totoro. Awalnya ia menjahili Totoro, seperti misal; mengelus hidung Totoro. Totoro sendiri sempat terbangun dan memerhatikan Mei yang tengah berbaring di atas perutnya. Tapi ia tidak begitu peduli dan melanjutkan tidur. Mei pun ikut tertidur di atas perut Totoro. Kemudian ketika ia dibangunkan oleh Satsuki, ia sudah berada di halaman rumah.

Suatu malam yang hujan, Satsuki dan Mei menunggu ayah mereka pulang dari universitas di halte bus. Tapi bus yang membawa ayah mereka tak kunjung datang. Saking lamanya, Mei tertidur di gendongan Satsuki. Dan tiba-tiba saja dari belakang punggung Satsuki, muncul Totoro. Totoro hanya berdiri diam, seperti menemani mereka. Waktu itu Totoro hanya menutupi kepalanya dari hujan dengan selembar daun. Melihat itu Satsuki kemudian meminjamkan payung yang dibawanya; yang dimaksudkan untuk dipakai ayahnya nanti kepada Totoro. Totoro yang sepertinya tidak pernah pakai payung sebelumnya, merasa sangat tertarik dengan bunyi tetes hujan yang mengenai payung. Ia merasa sangat senang. Dan sebagai imbalan Totoro memberikan buntalan yang isinya bibit tumbuhan. Setelah itu, ada 'bus kucing' datang menjemput Totoro. Tak lama selepas Totoro pergi, bus yang membawa ayah Satsuki dan Mei pun datang.

Suatu hari, Satsuki mendapat telegram yang mengabarkan bahwa kepulangan ibu mereka dari rumah sakit harus ditunda. Satsuki merasa cemas dan segera menelepon ayahnya yang ketika itu sedang berada di universitas. Satsuki itu orangnya sensitif, jadi dia langsung terpikir tentang konsep kematian. Ia marah pada Mei yang berpendapat kalau ibu mereka bisa sembuh hanya dengan membawakan makanan sehat. Ia sempat meneriaki Mei. Mei sendiri juga keras kepala. Ia nekat pergi ke rumah sakit dengan berjalan kaki sambil membawa sebuah jagung yang baru dipetik dari ladang.

Kepergian Mei membuat Satsuki merasa cemas. Ia dan warga desa segera mencari Mei. Kemudian ketika Satsuki sudah lelah, ia menghampiri pohon tempat tinggal Totoro dan meminta bantuannya. Totoro kemudian memanggil bus kucing yang kemudian membawa Satsuki ke tempat Mei berada (di tengah jalan, menangis sambil memeluk jagung). Setelah itu, Satsuki dan Mei pergi ke rumah sakit tempat ibu mereka dirawat dengan bus kucing. Mereka duduk di dahan pohon dan mendengarkan obrolan ayah dan ibu. Ternyata ibu mereka harus dirawat lebih lama karena demam. Mei meninggalkan jagung yang ia bawa di tepi jendela. Setelah itu Satsuki dan Mei kembali ke desa.

Di credit penutup itu, ibu mereka pulang ke rumah. Satsuki dan Mei bermain bersama anak-anak yang lain. Dan Totoro tetap menjadi spirit yang tinggal di pohon besar dekat halaman rumah keluarga Kasukabe.

Ceritanya ringan memang. Tetapi entah kenapa saya masih terbuai oleh cerita ini sampai sekarang. Terasa seperti..., begitu mudah melekat dalam ingatan saya.



waktu Mei tidur di atas perut Totoro






rainy night






bus kucing


(picture taken from zerochan.net)


 

Designed by 100 Web Hosting