Showing posts with label anime. Show all posts
Showing posts with label anime. Show all posts

Thursday, March 28, 2013

Kokoro no Senritsu

Lyrics written by riya
Music composed by Shirō Hamaguchi
Performed by Shirahamazaka Koukou Gasshou-bu:

  • Wakana Sakai (CV: Ayahi Takagaki)
  • Konatsu Miyamoto (CV: Asami Seto)
  • Sawa Okita (CV: Saori Hayami)
  • Taichi Tanaka (CV: Nobunaga Shimazaki)
  • Wien (CV: Natsuki Hanae)
Tari Tari Episode 2 and 6 Ending

 しく ける 
どこまでもく るよ 
 やかに る 
てをやわらかくらすだろう 
kaze  atarashiku  midori o kakeru 
doko made mo tooku  sumiwataru yo 
ima  karoyaka ni  hikari wa mawaru 
subete o yawarakaku  terasu darou
(As the refreshing breezes rustle through the trees, 
everything in the distance comes into clear view. 
Now light is traveling nimbly in all directions 
to illuminate everything softly.)

さええない 
でも 
夢見てる未来は 
にあるよ 
hoshi sae mienai 
ame no toki de mo 
kimi ga yumemite'ru mirai wa 
soba ni aru yo
(Even when it's rainy 
and not a single star is visible, 
the future you have been dreaming about 
will always be beside you.)

いつのおう 
こののまま 
くよ こう 
彼方まで 
itsu no hi mo utaou 
kono kokoro no mama 
hibiku yo  sora no mukou 
kanata made
(Let's always sing 
freely with our heart. 
Our song will resound in the sky 
all the way to the other side.)

そしてまたどこかで 
いたら 
してほしい 
笑顔ごした々を 
soshite mata dokoka de 
kimi ni todoitara 
omoidashite hoshii 
kagayaku egao de sugoshita hibi o
(Then, when my song 
finally reaches you, 
I want you to recall 
the days we spent together with beaming smiles.)

 り 大地にそよぐ 
しく時間んでるよ 
 やかに ぐ 
てをかしくらすだろう 
kaze  sukitoori  daichi ni soyogu 
yasashiku jikan o  tsutsunde'ru yo 
ima  odayaka ni  hikari wa sosogu 
subete o natsukashiku  terasu darou
(As the clear breezes run across the land, 
they tenderly envelop the time we spent together. 
Now light is flowing quietly in all directions 
to illuminate our nostalgic past times.)


さええない 
でも 
じてる未来は 
にあるよ 
michi sae mienai 
yami no toki de mo 
kimi ga shinjite'ru mirai wa 
soba ni aru yo
(Even when it's dark 
and not a single path is visible, 
the future you have always believed in 
will always be beside you.)

いつのおう 
こののまま 
しみもえてく 
 
itsu no hi mo utaou 
kono kokoro no mama 
kanashimi mo koete iku 
tsuyoi koe
(Let's always sing 
freely with our heart. 
Our resolute voice 
will transcend any sorrow.)

がその勇気で 
一歩進 
してほしい 
めくごした々を 
kimi ga sono yuuki de 
ippo susumu toki 
omoidashite hoshii 
kirameku hitomi de sugoshita hibi o
(When you, with courage, 
take a step forward, 
I want you to recall 
the days we spent together with gleaming eyes.)


いつのおう 
こののまま 
くよ こう 
彼方まで 
itsu no hi mo utaou 
kono kokoro no mama 
hibiku yo  sora no mukou 
kanata made
(Let's always sing 
freely with our heart. 
Our song will resound in the sky 
all the way to the other side.)

そしてまたどこかで 
いたら 
してほしい 
めくごした々を 
soshite mata dokoka de 
kimi ni todoitara 
omoidashite hoshii 
kirameku hitomi de sugoshita hibi o
(Then, when my song 
finally reaches you, 
I want you to recall 
the days we spent together with gleaming eyes,)

笑顔ごした々を
kagayaku egao de sugoshita hibi o
(the days we spent together with beaming smiles.)





Saya sudah jatuh cinta dengan OST Tari Tari ketika menonton animenya.
It's perfectly beautiful, yes.


credit: animelyrics.com

Yume Sekai

Singer: Tomatsu Haruka
Lyrics: Furuya Shin
Composition: Minamida Kengo
Arrangement: Furukawa Takahiro

1st Ending of Sword Art Online


いつからかこのれてる 手放したくはない 
遠回りしても いてもここに 
ずっと ずっと ってる… 
Itsu kara kono mune de yureteru hikari Tebanashitaku wa nai 
Toomawari shitemo Tsumazuitemo koko ni 
Zutto Zutto Hikatteru

(I wonder when it was that I didn't want to let go of the flickering light in my heart. 
Even if I take the long way, even if I trip, 
It is always, always shining here.)

くにこえたしくて 
もう一度強今度けた
Tooku ni kikoeta kane no oto ga sukoshi sabishikute 
Mou ichido tsuyoku kondo wa takaku kake nuketa
(The sound of the bell I heard faraway was a bit lonely, 
And made me a bit stronger, and this time I jump up higher.)

ただ現実も 
目指すべき明日つけた このいにはてない 
Tada kuri kaesu genjitsu mo hoshi no kazu no negai koto mo 
Mezasu beki asu wo mitsuketa Kono omoi ni wa Katenai
(That reality that just repeats and the countless wishes on stars 
Cannot win against these feelings that I should aim for the tomorrow I found.)

かれたてない世界 たとえ仮想(ゆめ)でもいい 
けてもくずっとずっといてく
Me no mae ni hirakareta hate nai sekai Tatoe yume demo ii 
Mayoi tsuzukete mo mune no oku de tsuyoku zutto zutto hibiiteku
(It doesn't matter if this world that opened in front of me is just a dream 
Even if I continue to wander, it will echo strongly and deep in my heart, forever and ever.)

いリボンをてたからは 
いた理想々をってた
Osanai RIBON wo suteta yoru kara mita yume wa 
Kagayaita machi de risou no hibi wo okutteta
(Ever since the night that I threw away the childish ribbon, the dream that I saw was 
Me having spent ideal days in a town that sparkled.)

つかない場所目指してばかりめたけど 
この背中にただ1つのるものがあればいい
Kizutsukanai basho mezashite tsubasa bakari motometa kedo 
Kono senaka ni tada hitotsu mamoru mono ga areba ii
(I just kept searching for wings in order to aim for a place I would not be hurt, 
But it would OK if I had just one thing protecting my back.)

しずつやかに世界感じたままでいい 
微笑みのいのももっともっとわってく
Sukoshi zutsu azayaka ni irodoru sekai kanjita mama de ii 
Hohoemi no iro mo meguri ai no iro mo motto motto kawatteku
(It's all right to color this world little by little gracefully with your colors, just how you wish. 
The colors of smiles and chance meetings will change even more and more.)

えがくて 目指そうとして 
綺麗じゃなくて めなくて 
もきっとこの世界てるけてる
Kotae ga nakute Mezasou toshite 
Kirei janakute Akiramenakute 
Watashi mo kitto Kono sekai to niteru shinji tsuzuketeru
(Without an answer, it aims for something, 
But it's not pretty and clean, so it's not able to give up, 
I continue to believe that I am surely similar to this world.)

しいえて未来怖がらなくていい 
みとしてた景色はきっときっとなる
Atarashii namida de miete kita mirai kowagaranakute ii 
Kokoro no itami to sagashiteta keshiki wa kitto kitto kasanaru
(It's OK not to fear the future you see through your new tears. 
The pain in your heart and the scenery you searched for will surely, surely overlap.)

りなく 
かれたてない世界 
たとえ仮想(ゆめ)でもいい 
けてもく 
ずっとずっといてく
Kagiri naku 
Me no mae ni hirakareta hate nai sekai 
Tatoe yume demo ii 
Mayoi tsuzukete mo mune no oku de tsuyoku 
Zutto zutto hibiiteku
(Without limits 
It doesn't matter if this world that opened in front of me 
Is just a dream. 
Even if I continue to wander, 
It will echo strongly and deep in my heart, forever and ever.)

ずっとずっといてる… 
Zutto zutto hibiiteru...
(Forever, forever echoing...)

そっとそっとってる…
Sotto sotto hikatteru...
(Softly, softly shining...)




Haruka Tomatsu - Yume Sekai (Single)



Sword Art Online

Dan ya, saya lagi tergila-gila sama soundtracknya SAO. Semuanya terdengar manis di telinga saya. Dan suara Haruka Tomatsu-san sangat manis. Pertama kali saya mendengar suara Haruka-san di Tonari no Kaibutsu-kun. Dan saya langsung jatuh cinta dengan suaranya. Haruka-san juga menyanyikan Character Song-nya Asuna--heroine di SAO :3


credit: animelyrics.com




Wednesday, November 14, 2012

Tonari no Totoro

Seminggu yang lalu waktu kumpul komunitas Japan ga Daisuki di sekolah, saya melihat-lihat folder anime salah satu kouhai saya. Dan saya menemukan Tonari no Totoro di sana, yay!

Tonari no Totoro (My Neighbor Totoro) adalah salah satu film yang ditulis dan didirected sama Miyazaki Hayao dan diproduksi oleh Studio Ghibli. Salah satu studio favorit saya.

Jadi ceritanya bermula waktu Kasukabe Tatsuo (sepertinya dia profesor universitas) bersama dua anak perempuannya--Kasukabe Satsuki dan Kasukabe Mei-- pindah ke rumah tua di desa yang lebih dekat dengan rumah sakit tempat istri sang profesor dirawat dari sakit-entah-apa. Nah, waktu pindahan itu Satsuki sama Mei menemukan kalau rumah yang mereka tempati menjadi tempat tinggal susuwatari; sejenis house spirit, bulat berduri, warna hitam. Sepertinya susuwatari ini sejenis spirit penghasil debu (?). Kata nenek yang membantu mereka bersih-bersih rumah, susuwatari bisa diusir dengan tawa. Jadi, ketika sang profesor, Satsuki, sama Mei tertawa, susuwatari terbang meninggalkan rumah.

Suatu hari waktu Satsuki pergi sekolah dan ayah mereka mengerjakan tugas-entah-apa, Mei bermain sendiri di halaman rumah. Waktu main, dia lihat (seperti) kelinci kecil yang berjalan di antara rerumputan. Mei mengikuti kelinci tersebut, yang kemudian kelinci itu masuk ke kolong rumah. Saya menganggap kelinci itu anaknya Totoro, hihi. Waktu kelinci itu mau kembali ke hutan (atau semak-semak yang lebat?) di dekat rumah keluarga Kasukabe, tidak sengaja terlihat oleh Mei. Kelinci itu segera lari, dan Mei langsung mengejar. Mei terus mengejar, hingga tidak sadar kalau ia sampai di dekat sebuah pohon yang besaaar sekali, sepertinya pohon itu dihormati sama penduduk deh. Dan ia tak sengaja masuk ke dalam pohon itu.

Dan ternyata itu adalah 'sarang' Totoro. Totoro sendiri bentuknya (menurut saya) seperti rakun raksasa yang sooo unyu. Waktu Mei masuk ke sana, Totoro lagi tidur. Mei lalu memeluk Totoro yang sedang tidur dan berbaring di atas perut Totoro. Awalnya ia menjahili Totoro, seperti misal; mengelus hidung Totoro. Totoro sendiri sempat terbangun dan memerhatikan Mei yang tengah berbaring di atas perutnya. Tapi ia tidak begitu peduli dan melanjutkan tidur. Mei pun ikut tertidur di atas perut Totoro. Kemudian ketika ia dibangunkan oleh Satsuki, ia sudah berada di halaman rumah.

Suatu malam yang hujan, Satsuki dan Mei menunggu ayah mereka pulang dari universitas di halte bus. Tapi bus yang membawa ayah mereka tak kunjung datang. Saking lamanya, Mei tertidur di gendongan Satsuki. Dan tiba-tiba saja dari belakang punggung Satsuki, muncul Totoro. Totoro hanya berdiri diam, seperti menemani mereka. Waktu itu Totoro hanya menutupi kepalanya dari hujan dengan selembar daun. Melihat itu Satsuki kemudian meminjamkan payung yang dibawanya; yang dimaksudkan untuk dipakai ayahnya nanti kepada Totoro. Totoro yang sepertinya tidak pernah pakai payung sebelumnya, merasa sangat tertarik dengan bunyi tetes hujan yang mengenai payung. Ia merasa sangat senang. Dan sebagai imbalan Totoro memberikan buntalan yang isinya bibit tumbuhan. Setelah itu, ada 'bus kucing' datang menjemput Totoro. Tak lama selepas Totoro pergi, bus yang membawa ayah Satsuki dan Mei pun datang.

Suatu hari, Satsuki mendapat telegram yang mengabarkan bahwa kepulangan ibu mereka dari rumah sakit harus ditunda. Satsuki merasa cemas dan segera menelepon ayahnya yang ketika itu sedang berada di universitas. Satsuki itu orangnya sensitif, jadi dia langsung terpikir tentang konsep kematian. Ia marah pada Mei yang berpendapat kalau ibu mereka bisa sembuh hanya dengan membawakan makanan sehat. Ia sempat meneriaki Mei. Mei sendiri juga keras kepala. Ia nekat pergi ke rumah sakit dengan berjalan kaki sambil membawa sebuah jagung yang baru dipetik dari ladang.

Kepergian Mei membuat Satsuki merasa cemas. Ia dan warga desa segera mencari Mei. Kemudian ketika Satsuki sudah lelah, ia menghampiri pohon tempat tinggal Totoro dan meminta bantuannya. Totoro kemudian memanggil bus kucing yang kemudian membawa Satsuki ke tempat Mei berada (di tengah jalan, menangis sambil memeluk jagung). Setelah itu, Satsuki dan Mei pergi ke rumah sakit tempat ibu mereka dirawat dengan bus kucing. Mereka duduk di dahan pohon dan mendengarkan obrolan ayah dan ibu. Ternyata ibu mereka harus dirawat lebih lama karena demam. Mei meninggalkan jagung yang ia bawa di tepi jendela. Setelah itu Satsuki dan Mei kembali ke desa.

Di credit penutup itu, ibu mereka pulang ke rumah. Satsuki dan Mei bermain bersama anak-anak yang lain. Dan Totoro tetap menjadi spirit yang tinggal di pohon besar dekat halaman rumah keluarga Kasukabe.

Ceritanya ringan memang. Tetapi entah kenapa saya masih terbuai oleh cerita ini sampai sekarang. Terasa seperti..., begitu mudah melekat dalam ingatan saya.



waktu Mei tidur di atas perut Totoro






rainy night






bus kucing


(picture taken from zerochan.net)


Wednesday, April 18, 2012

屍鬼, Corpse Demon

Beberapa hari yang lalu saya baru saja selesai nonton Shiki; anime yang diadaptasi dari horror novel by Japanese novelist Fuyumi Ono (Ghost Hunt juga yang buat Fuyumi-sensei lho). Dan saya cukup tekesan sama anime ini. Mungkin karena ini satu-satunya anime yang saya cari sendiri referensinya, dan semua episode saya download sendiri, hoho. Selama ini kan saya kalau nyari anime tukaran sama senpai saya di sekolah X)


The desolate earth has been frozen over and hardened up and down, several times over..


ini versi animenya                                                    

kalau ini versi novelnya


Rating: 15+
Genre: Mystery, Horror, Supernatural
Original Manga: Ryu Fujisaki
Original Creator: Fuyumi Ono
Director: Tetsuro Amino
Music: Yasuharu Takanashi
Number of episodes: 22
Official Sitehttp://www.okiagari.net/


This is the appointed time when he will come to the wasteland. That corpse should have been buried together with his grief..


Jadi ceritanya itu dimulai dengan kebencian Shimizu Megumi terhadap desanya; Sotoba--sebuah desa terpencil yang berpenduduk sejumlah 1300 orang. Kalau mayoritas penduduk Jepang mengkremasi jasad orang yang sudah meninggal, di Satoba masih dijalankan tradisi mengubur mayat orang meninggal. Lagi pula, rata-rata pekerjaan para penduduk Sotoba itu membuat kayu nisan kuburan. Dua hal yang Megumi sukai dari desanya adalah Yuuki Natsuno; pemuda tampan yang baru saja pindah dari kota dan kastil Kanemasa yang terletak di atas bukit dan terlihat jelas dari pedesaan. Tanaka Kaori memberitahu pada Megumi bahwa kastil Kanemasa dihuni oleh sepasang suami istri dan putri mereka. Didorong oleh rasa penasarannya Megumi pun mendatangi kastil tersebut. Dan setelah itu keberadaan Megumi tidak diketahui.


Seorang penduduk desa menemukan Megumi terbaring setengah sadar di hutan. Dokter Ozaki Toshio yang memeriksanya mengatakan kalau Megumi hanya terkena anemia biasa. Namun dua hari kemudian Dokter Ozaki mendapat telepon yang mengatakan kalau Megumi meninggal dunia!


Sebenarnya belakangan ini di Sotoba banyak orang yang meninggal secara misterius. Satu keluarga ditemukan meninggal, beberapa mayat dalam keadaan membusuk juga ditemukan, dan yang lainnya meninggal karena anemia seperti Megumi. Ozaki dan pendeta kuil Muroi Seishin yang mulai curiga ada sesuatu di balik semua kematian mulai melakukan penyelidikan. Ternyata kurang dari sebulan, sudah ada sepuluh orang Sotoba yang meninggal dunia. Kesamaan pada semua korban adalah gejala awal penyakit biasa, seperti Megumi yang awalnya didiagnosis anemia, namun dari hari ke hari keadaan korban semakin memburuk yang berakhir meninggal dunia. Ozaki dan Muroi menduga wabah epidemik melanda Sotoba. Ozaki didatangi Yasumori Nao yang merasa kelelahan. Ozaki melihat keadaan Nao mirip Megumi sehingga ia memeriksa wanita itu dengan seksama. Sambil menunggu hasil lab keluar, Ozaki memberikan vitamin dan meminta Nao datang tiga hari lagi. Hasil tes Nao menunjukkan gejala yang sama dengan Megumi, yaitu anemia. Ozaki meminta suster menelepon Nao supaya datang lebih cepat untuk pemeriksaan lanjutan. Beberapa hari kemudian Nao yang sudah kepayahan datang ke rumah sakit sambil dipapah suaminya, Yasumori Mikiyasu. Ozaki mengorek keterangan dari Mikiyasu mengenai keadaan Nao. Menurut suami Nao, istrinya sudah sakit lebih dari tiga hari. Sewaktu ditanya pegawai atau client yang tampak sakit atau bertingkah aneh, Mikiyasu malah menceritakan tentang kedatangan suami istri Kirishiki, penghuni baru kastil Kanemasa. Beberapa hari kemudian Nao meninggal.


Natsuno acuh tak acuh dengan kematian Megumi, padahal ia tahu kalau Megumi suka padanya. Kedatangan Natsuno ke pemakaman Megumi sekedar setor muka, bahkan ia menolak kartu musim panas dari Megumi yang ditemukan Kaori di meja belajar Megumi. Malam harinya saat belajar, Natsuno merasa ada yang mengintai dari semak-semak di luar kamar. Sejak saat itu Natsuno menutup jendela kamar di malam hari. Tapi rasa tak nyaman masih menyerangnya sehingga ia menginap di rumah Mutou Tooru. Tooru keluar membeli minuman ringan di vending machine, uangnya jatuh ke kolong mesin karena tidak sengaja. Tooru dibantu mengambil uangnya oleh Tatsumi, pelayan keluarga Kirishiki yang baru pindah ke kastil Kanemasa. Didorong oleh rasa terima kasih, Tooru mengundang Tatsumi lain waktu bertandang ke rumahnya. Tatsumi menyambut senang undangan tersebut sambil tersenyum aneh.


Sementara itu jumlah orang yang meninggal semakin bertambah. Kecurigaan juga muncul di benak Tanaka Akira. Menurutnya keluarga Kirishiki berada di balik kematian penduduk Sotoba. Kecurigaannya berdasarkan fakta beberapa korban pernah bertemu keluarga Kirishiki sebelum mereka meninggal. Kemalangan tak habis menimpa keluarga Mikiyasu. Kali ini anak Mikiyasu dan Nao menderita penyakit yang sama seperti ibunya. Ozaki sempat mengambil sampel darah Mikiyasu untuk diteliti yang kemudian menunjukkan tanda-tanda yang sama dengan Nao. Pada akhirnya Mikiyasu pun meninggal dunia, dengan demikian jumlah korban bertambah menjadi 19 orang.


Natsuno masih merasa tidak nyaman tidur di kamarnya, ia merasa di luar sana Megumi berdiri menunggunya. Natsuno mengira dengan menginap di rumah Tooru adalah jalan keluar dari masalahnya, tapi justru membawanya ke dalam mimpi buruk yang sebenarnya. Beberapa hari kemudian Natsuno tidak bertemu Tooru. Ketika Natsuno datang ke rumah Tooru, ia melihat Ozaki tergesa-gesa masuk ke rumah sahabatnya. Sesampainya di kamar Tooru, yang dilihat Natsuno adalah Tooru yang terbaring kaku.


Natsuno yakin ada yang tidak beres. Dia mencari-cari buku tentang vampir di perpustakaan, namun buku tersebut sedang dipinjam Muroi. Ketika mendatangi rumah Muroi, orang yang dicari sedang keluar. Beberapa hari kemudian Natsuno berpapasan dengan Ozaki di jalan dan sempat bertanya jawab mengenai kemungkinan Megumi hidup kembali. Ozaki memikirkan fakta-fakta yang terkumpul; gigitan binatang di tubuh, anemia, tidak meratanya jumlah korban dalam setiap kasus, tradisi mengubur mayat di Sotoba, dan berkurangnya jumlah penduduk. Ozaki curiga bahwa semua kejadian ini bukanlah penyakit epidemi semata, tapi ada hal yang lebih besar lagi di dalamnya.


The dark and gloomy sky hang low, where the clouds and the earth has the world beautifully divided into two..


Yuuki Natsuno


Natsuno selalu ingin kembali ke kota karena tidak betah di Sotoba, makanya ia belajar keras supaya bisa kuliah di kota. Dia cuek kepada Megumi karena tidak suka tingkahnya yang seperti stalker. Sulit mendekati Natsuno karena ia tipe penyendiri. Dia mulai curiga ada yang tidak beres di Sotoba setelah kematian Megumi, namun kematian Tooru--sahabatnya yang membuat Natsuno bertekad menyelediki misteri di desa itu.

Ozaki Toshio


Dokter sekaligus pemilik rumah sakit Ozaki. Ozaki menduga besarnya angka kematian disebabkan oleh wabah penyakit misterius, tapi percakapannya dengan Natsuno membuka pikirannya bahwa ada kemungkinan lain yang lebih mengerikan.

Muroi Seishin


Sahabat lama Ozaki. Dia sudah menulis beberapa cerpen novel dan kumpulan novel. Muroi jadi dekat dengan Sunako karena kerap bertemu gadis itu di malam hari. Ia terlihat punya ketertarikan pada Sunako.

Mutou Tooru


Satu-satunya sahabat Natsuno. Tooru memperlakukan Natsuno seperti adik sendiri. Meski sudah menjadi Shiki, Tooru tetap memiliki hati nurani yang berperang dengan kebutuhan fisik akan darah manusia.

Tanaka Akira


Putra bungsu keluarga Tanaka. Akira yakin keluarga Kirishiki merupakan otak dibalik kematian penduduk Sotoba. Tidak ada yang percaya padanya selain Kaori dan Natsuno. Bersama Natsuno dan Kaori, Akira menyelidiki misteri di desa kelahirannya.

Tanaka Kaori


Termasuk segelintir orang yang benar-benar berduka atas kematian Megumi. Kaori baru percaya ada yang tidak beres di Sotoba setelah ia melihat sendiri kubur kosong Megumi dan diserang oleh mayat hidup.

Tatsumi


Pelayan keluarga Kirishiki. Tugasnya mengawasi Shiki supaya rahasia mereka tidak diketahui dunia luar. Tatsumi yang selalu tersenyum ramah ini sebenarnya sadis. Dia senang mempermainkan perasaan Shiki yang masih terikat dengan dunia manusia.

Shimizu Magumi


Gadis cantik yang bercita-cita menjadi bintang terkenal. Ketertarikannya pada Natsuno dikarenakan ia tahu pemuda itu juga muak dengan Sotoba. Rasa penasarannya kepada keluarga Kirishiki dibayar mahal dengan kehidupan sebagai mahluk malam. Meski sudah menjadi Shiki, Megumi masih menyukai Natsuno.

Keluarga Kirishiki


Keluarga yang pindah ke kastil Kanemasa. Cewek kecil di tengah itu Sunako. Lalu wanita yang duduk itu Chizuru. Laki-laki yang pakai jas putih itu Seishirou. Lalu cowok yang ada kuping kucing (sebenarnya model rambut) itu Tatsumi. Nah sisanya saya lupa siapa namanya, cewek berkimono sama cowok berkacamata itu..


Kalau menurut saya sih endingnya tidak terlalu buruk. Hanya saja saya masih penasaran sama Muroi yang pergi pakai mobil membawa koper kecil (yang menurut saya berisi Sunako). Oh, dan lagi musicnya itu benar-benar membuat saya khawatir lirik kiri-kanan (saya kan nontonya malam-malam, sendirian pula, haha..).
Aa, pokoknya ini anime termasuk anime yang saya rekomendasikan :)

sumber : Animonster dan pemikiran gaje saya X)

Fangirling side :
Dari sekian banyak cowok di Shiki saya naksir Ozaki Toshio-sensei >.<
Aa, wajahnya emang udah tua, tapi charmingnya itu masih kerasa. Walaupun agak ngeri juga waktu dia otak-atik tubuh istrinya (ups, spoiler, hihi..)
Awalnya sih saya naksir Natsuno. Tapi setelah beberapa episode saya kurang sreg sama Natsuno, mungkin karena dia terlalu dingin..






he's so adorable, isn't he?


Soon, the light from the sun will fade, and once again, night will come..

*) picture taken from zerochan.net
 

Designed by 100 Web Hosting